anoqnews kik yanto
  • 15/04/2024
  • Last Update 14/04/2024 20:06
  • Indonesia

Fluktuasi Harga Timah Dunia: Prediksi 2024 dan Faktor Penentu

Fluktuasi Harga Timah Dunia: Prediksi 2024 dan Faktor Penentu

BANGKA BELITUNG – Harga timah mengalami fluktuasi setelah mencapai puncaknya di Februari 2022 dengan harga mendekati 44 ribu dollar Amerika per ton. Pada tanggal 20 Maret 2024, harga timah di pasaran dunia terkoreksi menjadi 27.445 dollar Amerika per ton, mengalami kenaikan 26 poin dari hari sebelumnya.

Secara keseluruhan, harga timah mengalami kenaikan 3.82% dari penutupan Februari 2024 dan 20.64% dari harga tahun 2023.

Dari sisi suplai, terdapat surplus penggunaan timah sebanyak 4.700 ton pada tahun 2023. Stok timah di London Metal Exchange (LME) mencapai 15.400 ton, sedangkan di Shanghai Futures Exchange (ShFE) mencapai 11.072 ton. Menurut pengamat, stok ShFE merupakan yang tertinggi sejak pembukaan pertama kali di tahun 2015. Hal ini memberikan tekanan negatif terhadap harga timah dunia.

Di sisi lain, suplai timah saat ini mengalami perlambatan. Faktor yang menyebabkannya adalah nasionalisasi sumber daya (resource nationalism) di Indonesia, pengekspor timah terbesar ke-2 di dunia, dan Myanmar, pengekspor timah ke-3 di dunia.

Upaya penataan tata niaga timah di Indonesia, termasuk penyegelan dokumen di Kantor Pusat PT. Timah oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Oktober 2023, berdampak serius terhadap ekspor timah Indonesia. Pada periode Januari – Februari 2024, ekspor timah Indonesia hanya mencapai 55.4 ton, jauh dari produksi 2023 pada periode yang sama yaitu 7.800 ton.

Di Myanmar, Dewan otoritas wilayah Wa telah memerintahkan penutupan tambang Man Maw sejak Agustus 2023. Tambang ini berkontribusi 70% terhadap produksi timah Myanmar. Produksi timah di kawasan ini dominan diekspor ke tempat peleburan di Tiongkok.

Akibat peristiwa ini, dunia diprediksi kekurangan suplai timah sebanyak 5.000 ton pada tahun 2024. Hal ini akan memberikan efek positif terhadap harga timah di pasaran dunia.

Selain faktor suplai, permintaan (demand) timah juga perlu diperhatikan dalam menganalisis prospek harga timah di masa depan. Timah masih memainkan peran penting sebagai bahan utama “circuit board solders” untuk semikonduktor. Para pengamat memprediksikan akan ada kenaikan permintaan semikonduktor pada tahun 2024, termasuk permintaan pada teknologi Artificial Intelligence (AI) dan chip mobil.

Hal ini memberikan harapan bahwa harga timah di pasar dunia akan terdorong oleh dua faktor positif:

  1. Penurunan suplai: Seperti yang dijelaskan sebelumnya, nasionalisasi sumber daya di Indonesia dan Myanmar, serta penutupan tambang Man Maw di Myanmar, akan menyebabkan kekurangan suplai timah global.
  2. Kenaikan permintaan: Peningkatan permintaan semikonduktor, terutama untuk teknologi AI dan chip mobil, akan mendorong permintaan timah.

Kombinasi kedua faktor ini kemungkinan besar akan mendorong harga timah di masa depan.

Prediksi Harga Timah Dunia 2024

Analisis Historis dan Faktor Penentu

Harga timah dunia mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019-2020, harga timah bergerak di kisaran 15.000-20.000 USD per ton, terdampak oleh perlambatan ekonomi global akibat pandemi COVID-19. Membaiknya ekonomi Tiongkok di 2021 mendorong permintaan timah, dan harga naik dari 20.000 USD per ton di Januari 2021 hingga mendekati 40.000 USD per ton di akhir tahun.

Kenaikan berlanjut hingga triwulan pertama 2022, mencapai puncak 44.000 USD per ton, sebelum akhirnya turun drastis hingga di bawah 20.000 USD per ton di Oktober 2022. Pada 2023, harga timah relatif stabil di kisaran 20.000-30.000 USD per ton.

Prediksi Harga 2024

Berdasarkan analisis data historis dan faktor penentu seperti supply dan demand, prediksi harga timah dunia 2024 dilakukan dengan pendekatan kuantitatif.

Metodologi

  • Data harga timah bulanan dari Januari 1990 hingga Februari 2024 (410 sampel) dianalisis.
  • Uji Jarque-Bera menunjukkan data terdistribusi normal.
  • Uji Augmented Dickey Fuller (ADF) menunjukkan data tidak stasioner.
  • Model prediksi:
    • Stokastik: Geometric Brownian Motion (GBM)
    • Machine Learning: Artificial Neural Network (ANN)

Hasil Prediksi

  • GBM: Akurasi prediksi optimal untuk 18 bulan.
  • ANN: Akurasi prediksi optimal untuk 36 bulan.

Prediksi Harga

Berdasarkan GBM dan ANN, prediksi harga timah 2024 adalah:

  • Kisaran 20.000 – 30.000 USD per ton sepanjang tahun 2024.

Valuasi Proyek Timah

Pengaruh Harga Timah

Harga timah merupakan faktor penting dalam valuasi properti, khususnya proyek pertambangan timah. Nilai properti akan berfluktuasi seiring dengan perubahan harga timah di pasar.

Faktor Penentu Nilai

Beberapa faktor yang menentukan nilai proyek timah dalam valuasi antara lain:

  • Harga komoditas: Harga timah saat ini dan prediksi harga di masa depan.
  • Jumlah produksi: Perkiraan jumlah timah yang dapat ditambang dari proyek.
  • Kadar: Kadar timah dalam bijih yang akan ditambang.
  • Recovery: Persentase timah yang dapat diekstrak dari bijih.
  • Termin pembayaran: Ketentuan pembayaran untuk penjualan timah.
  • Biaya operasional: Biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan proyek, termasuk biaya penambangan, pengolahan, dan infrastruktur.
  • Nilai diskonto: Tingkat bunga yang digunakan untuk mendiskontokan nilai pendapatan proyek di masa depan.

Pemuktahiran Valuasi

Proyek timah yang telah divaluasi beberapa tahun lalu dan belum ditambang perlu divaluasi ulang dengan menggunakan parameter terbaru. Hal ini penting untuk memastikan nilai proyek mencerminkan kondisi pasar saat ini.

Metode Valuasi

Metode valuasi yang umum digunakan untuk proyek pertambangan timah adalah discounted cash flow (DCF). Metode ini menghitung nilai proyek dengan mendiskontokan nilai pendapatan proyek di masa depan.

Pentingnya Pemuktahiran

Pemuktahiran valuasi proyek timah penting dilakukan karena:

  • Perubahan harga timah: Harga timah dapat berubah secara signifikan dalam beberapa tahun.
  • Perubahan biaya operasional: Biaya operasional dapat meningkat seiring dengan waktu.
  • Perubahan teknologi: Teknologi penambangan dan pengolahan timah dapat berkembang, sehingga dapat mempengaruhi biaya dan nilai proyek.

Veriyadi: Ahli Peramalan Harga Komoditas dan Valuasi Properti Tambang

Keahlian:

  • Peramalan harga komoditas logam dan energi
  • Valuasi properti tambang
  • Konsultan peramalan harga komoditas
  • Valuator proyek eksplorasi dan tambang

Pengalaman:

  • Menyediakan jasa konsultan peramalan harga komoditas logam dan energi
  • Melakukan valuasi proyek eksplorasi dan tambang
  • Aktif memberikan seminar, pelatihan, dan workshop

Pendidikan:

  • Sarjana Teknik Pertambangan, Universitas Trisakti
  • Master of Science, Camborne School of Mines (CSM), University of Exeter
  • Doktor, University of The Witwatersrand, Johannesburgh

Metode:

  • Stokastik
  • Machine learning
  • Market, cost dan income based-approaches
  • Numerical model (Real Options & Radial Base Function)

Bidang Keahlian:

  • Logam
  • Energi
  • Eksplorasi
  • Tambang

Kegiatan:

  • Seminar
  • Pelatihan
  • Workshop

Veriyadi adalah seorang ahli di bidang peramalan harga komoditas dan valuasi properti tambang dengan pengalaman luas dan keahlian yang mumpuni. (Red)

Tetap terkini dengan informasi terbaru, ikuti kikyanto.com di Google News

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *