anoqnews kik yanto
  • 15/04/2024
  • Last Update 14/04/2024 20:06
  • Indonesia

Kisah Anak di Pulau Timah

Kisah Anak di Pulau Timah

Oleh: Rendi

Di pelosok Pulau Timah, seorang anak yang baru berusia 11 tahun merasakan gemerlapnya kehidupan bergelimang harta. Selepas pulang sekolah, ia beralih ke lokasi tambang inkonvensional, mendulang timah dan meraup jutaan rupiah dalam waktu singkat.

Di usia belia, ia telah terlena dalam kemewahan. Uang bukan lagi masalah, semua keinginannya terpenuhi dengan mudah. Bergaul dengan orang dewasa, ia berpikir selangkah lebih maju dari teman sebayanya. Pendidikan terabaikan, masa depan terlupakan. Ia memutuskan berhenti sekolah di kelas 5 SD, baginya, baca tulis sudah cukup.

BACA JUGA : Pak Inan: Dari Kuli Timah Menjadi Pengrajin Tambak Kuburan yang Sukses

Bertahun-tahun ia terbuai dalam dunia pertimahan. Ia yakin, kemewahan dan kenyamanan akan terus mengalir. Tak pernah terlintas di benaknya, bahwa ijazah akan menjadi penentu nasibnya di masa depan.

Ia bukan satu-satunya. Banyak anak di Pulau Timah terjebak dalam jerat harta, memilih meninggalkan sekolah demi timah. Hari-hari terasa indah, seakan kebahagiaan tak akan pernah sirna.

Namun, kenyataan menampar keras. Timah mulai langka, tak lagi bisa diandalkan. Kehidupannya berubah drastis. Harta yang dulu mudah diraih, kini tak lagi tersentuh.

Ia ingin bekerja di bidang lain, namun terhalang oleh ijazah yang tak dimilikinya. Skill yang ia punya pun terbatas, hanya seputar pertimahan yang tak lagi diminati.

Penyesalan datang terlambat. Ia, dan banyak anak lainnya, hanya bisa meratapi nasib. Ucapan orang tua mereka dulu, “Kelak la baru kalian tau,” kini terbukti nyata.

Timah tak selamanya indah, ia memiliki sisi kelam yang menjerat. Namun, di balik kegelapan itu, ada pelajaran berharga yang bisa dipetik.

Bagi orang tua, jangan biarkan anak terlena dalam jerat harta. Pendidikan adalah kunci masa depan, jangan korbankan demi rupiah sesaat. Bagi anak-anak, ingatlah, harta tak abadi, pendidikanlah yang membuka gerbang kebahagiaan sejati.

Kisah ini menjadi pengingat, bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. Jangan sampai terjebak dalam ilusi harta, dan tinggalkan pendidikan demi timah yang tak selamanya bersinar. (Rendi)

Tetap terkini dengan informasi terbaru, ikuti kikyanto.com di Google News

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *