anoqnews kik yanto
  • 15/04/2024
  • Last Update 14/04/2024 20:06
  • Indonesia

Pak Inan: Dari Kuli Timah Menjadi Pengrajin Tambak Kuburan yang Sukses

Pak Inan: Dari Kuli Timah Menjadi Pengrajin Tambak Kuburan yang Sukses

BELITONG, ANOQ NEWS – Di tengah gejolak harga timah yang tak menentu, seorang pria bernama Azinar Inan, atau yang akrab disapa Pak Inan, berhasil menemukan peluang usaha yang tak terduga. Bermodalkan jiwa seni dan keberanian, Pak Inan menjelma menjadi pengrajin tambak kuburan berbahan kayu ulin yang sukses.

Beralih Profesi dari Kuli Timah

Sebelumnya, Pak Inan adalah seorang kuli timah yang merasakan pasang surut kejayaan tambang inkonvensional di Belitung. Ketika masa kejayaan tambang mulai meredup di tahun 2000an, Pak Inan memutuskan untuk merintis usaha sendiri.

Memulai Usaha dengan Modal Seadanya

Pada tahun 2010, dengan modal pribadi dan seadanya, Pak Inan memulai usaha pembuatan tambak kuburan dari kayu ulin. Berawal dari melayani pesanan di sekitar tempat tinggalnya, kini Pak Inan telah menerima pesanan dari seluruh pelosok Pulau Belitung.

Tekun dan Pantang Menyerah

“Awalnya saya beli bahan untuk satu pesanan, jual hasilnya, lalu beli lagi bahannya. Begitu seterusnya sampai sekarang,” ujar Pak Inan. Ketekunan dan kegigihannya dalam membangun usaha patut diacungi jempol.

Sosial Media Membantu Pemasaran

Seiring perkembangan zaman, Pak Inan memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produknya. Alhasil, produknya semakin dikenal dan permintaan pun meningkat. Dalam setahun, Pak Inan mampu menyelesaikan rata-rata 130 unit tambak kuburan dengan harga mulai dari 1,2 hingga 1,6 juta rupiah per set.

Pendidikan Anak Terjamin

Berkat usaha ini, Pak Inan mampu membiayai pendidikan anaknya hingga selesai di perguruan tinggi. “Awalnya saya tidak menyangka bisa seperti sekarang. Tapi Alhamdulillah, semuanya terpenuhi,” ungkapnya.

Menginspirasi Orang Lain

Kisah Pak Inan menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya di tengah situasi timah yang tidak menentu. Beliau menunjukkan bahwa masih banyak peluang usaha lain yang bisa digali, asalkan kita mau berusaha dan tidak mudah menyerah.

Pesan untuk Generasi Muda

“Agik nyaman la gak nak nyarik makan dikampong kite ne asal dak malas,” pesan Pak Inan. Beliau berharap generasi muda Belitung bisa kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha baru, tanpa harus bergantung pada timah.

Harapan untuk Solusi Permasalahan Timah

Meskipun tidak memungkiri pengaruh besar timah terhadap ekonomi Belitung, Pak Inan berharap pemerintah dapat mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan timah saat ini. Beliau ingin melihat kembali gairah ekonomi di Belitung seperti sedia kala.

Kisah Pak Inan adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan pantang menyerah, kita bisa meraih kesuksesan di tengah situasi yang sulit. Beliau adalah inspirasi bagi banyak orang, khususnya di Pulau Belitung. (Rendi)

Tetap terkini dengan informasi terbaru, ikuti kikyanto.com di Google News

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *