anoqnews kik yanto
  • 14/04/2024
  • Last Update 14/04/2024 11:10
  • Indonesia

Puake Belitong dan Pelaku Adat Sepakat Bangkitkan Adat Belitong

Puake Belitong dan Pelaku Adat Sepakat Bangkitkan Adat Belitong

SIMPANG RENGGIANG, ANOQ NEWS – Komunitas Puake Belitong (Perkumpulan Urang Kite Belitong) menggelar pertemuan dengan para pelaku dan penjaga adat negeri Belitong yang berasal dari Belitung Timur, Jumat (3/11/2023). Pertemuan tersebut berlangsung di pondok budaya Tebat Rasau, Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang.

Kelakar dan duduk bersama sambil menikmati Kopi tanggar, yang merupakan hidangan minuman khas di pondok budaya Tebat Rasau, membuka kisah tentang pentingnya kebersatuan masyarakat Melayu Belitong untuk membangkitkan kembali adat istiadat dan seni budaya Belitong yang merupakan tradisi warisan leluhur pendahulu masyarakat Melayu Belitong.

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku dan penjaga adat Belitong, seperti Kik Dukun Pardi dan Kik Dukun Masra, serta Nasidi Ketua Komunitas Adat Tebat Rasau, dan juga Harianto, Kik Semi’an yang merupakan anggota dari Komunitas Adat Tebat Rasau, sepakat untuk membangkitkan kembali adat istiadat dan seni budaya Belitong.

BACA JUGA : 
Timah Bangka Belitung Menghangat, Kejagung Periksa 9 Saksi Terkait Dugaan Korupsi

“Saya setuju dengan gerakan Puake Belitong ini, memang harus ada gerakan yang serentak dari semua elemen adat kita urang Melayu Belitong, agar bisa saling menopang dan bahu membahu dalam menjaga adat kita agar bisa lestari dan tetap terpelihara hingga ke anak cucu kita,” ujar Kik Dukun Pardi.

Nasidi yang merupakan Ketua komunitas adat Tebat Rasau, juga ikut membenarkan gagasan tersebut. Menurutnya, masyarakat Melayu Belitong, memang harus memiliki Lembaga berupa Majelis adat Belitong yang nantinya bisa menjadi rumah bagi seluruh masyarakat Belitong dalam mengurusi tatanan hidup masyarakat sesuai adat yang berlaku di Belitong.

“Perlunya adat itu dibangkitkan kembali, karena harus diakui, adat istiadat kita Melayu ini, mengandung tata krama dan kearifan kehidupan, yang menjaga moral, menumbuhkan mental dan melahirkan akhlak yang bagus bagi generasi selanjutnya, sebagai penyeimbang pengaruh modernitas yang tak sadar menggerus kita,” imbuh Nasidi.

Tak cuma adat istiadat yang akan dikedepankan nantinya, bagi Puake Belitong, yang akan dirumuskan menjadi konsep dalam membangkitkan Batang Terendam, program yang akan dilakukan oleh Puake Belitong nantinya, setelah deklarasi, adalah Seni Budaya yang merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan dengan adat istiadat tersebut.

“Rencana kita di Puake Belitong adalah secara bertahap, pertama-tama adalah menggugah kesadaran orang-orang Melayu Belitong agar kembali sadar, bahwa Tradisi kita berupa adat istiadat dan seni budaya kita adalah penting sebagai refeksi bahwa kita adalah masyarakat yang beradab, makanya kami mengajak seluruh lapisan agar mau ikut dan duduk bersama membentuk Majelis adat Melayu Belitong, baik itu Pejabat maupun masyarakat biasa, agar merapatkan barisan guna menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Melayu Belitong,” jelas Iwan Gabus, penggagas Komunitas Puake Belitong.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas secara khusus tentang betapa pentingnya seni bela diri bagi generasi muda Melayu Belitong, yang dikenal dengan silat kampong dan ilmu kanuragan lainnya, yang mana sekarang ini guru pengajarnya juga sudah jarang ditemukan.

“Silat kampong kita juga harus diutamakan, sebagai sistem pertahanan diri dan modal bagi generasi muda yang mempelajarinya untuk nantinya merantau atau menjaga kampongnya,” tambah Kik Dukun Pardi.

Pertemuan tersebut ditutup dengan saling berpamitan dan harapan agar pertemuan serupa dapat digelar kembali secara rutin untuk membahas lebih lanjut tentang rencana kebangkitan adat istiadat dan seni budaya Melayu Belitong. (IG/Red)

Tetap terkini dengan informasi terbaru, ikuti kikyanto.com di Google News

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *