anoqnews kik yanto
  • 19/05/2024
  • Last Update 02/05/2024 20:35
  • Indonesia

Meningkatkan Kesadaran Pendidikan untuk Mengatasi Stunting di Provinsi Babel

Meningkatkan Kesadaran Pendidikan untuk Mengatasi Stunting di Provinsi Babel

Belitung Timur, Anoq News – Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu, mengevaluasi tingkat pendidikan yang masih rendah di kalangan masyarakat sebagai faktor pemicu kasus stunting di Provinsi Babel. Tingkat pendidikan yang rendah berkontribusi pada peningkatan perkawinan usia anak yang pada akhirnya mempengaruhi pola asuh yang tidak tepat.

Suganda mengungkapkan hal ini dalam sebuah pertemuan di Ruang Pertemuan Satu Hati Bangun Negeri Sekretariat Daerah Kabupaten Beltim, setelah melakukan kunjungan ke lokasi stunting atau rumah-rumah warga yang terindikasi mengalami masalah gizi buruk di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, pada hari Selasa (13/6/23).

“Stunting di wilayah kita ini menjadi fenomena yang tidak wajar. Biasanya kita mendengar bahwa anak-anak yang mengalami stunting memiliki kekurangan gizi dan sejenisnya, tetapi setelah kita lihat di lapangan tadi, kita menemukan bahwa dari segi ekonomi, masalah ini berasal dari keluarga mampu, yang berarti ada pola asuh yang tidak tepat,” ungkap Suganda.

Menurut Suganda, salah satu faktor yang menyebabkan kesalahan dalam pola asuh ini adalah rendahnya tingkat pendidikan yang dijalani oleh banyak masyarakat. Bahkan secara nasional, tingkat pendidikan masyarakat di Babel masih cukup rendah.

“Ini menjadi intervensi yang harus kita lakukan ke depannya. Jika tingkat pendidikan para pemuda dan pemudi kita tinggi, mereka tidak akan menikah pada usia dini. Mungkin secara ekonomi mereka mampu, tetapi dari segi pola pikir mereka belum siap,” ujar Suganda.

Pemerintah Provinsi Babel telah menetapkan target penurunan angka stunting pada tahun 2023 ini sesuai dengan target nasional, yaitu mencapai 14 persen. Saat ini, angka stunting di Provinsi Babel masih mencapai 18,5 persen.

“Target kita mengikuti target nasional, yaitu 14 persen. Saat ini kita masih berada di angka 18 persen,” kata Suganda.

Untuk strategi penurunan angka stunting, Pemerintah Provinsi Babel telah bekerja sama dengan seluruh stakeholder, mulai dari kader posyandu, perangkat di tingkat desa, hingga kecamatan dan kabupaten. Para pemangku kepentingan ini diminta untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga yang mengalami stunting.

“Selain memberikan tambahan makanan yang kaya gizi, kita juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. Pelatihan-pelatihan ini akan mengubah pola pikir generasi kita,” ujar Suganda. (Red)

Download File PDF : Meningkatkan Kesadaran Pendidikan untuk Mengatasi Stunting di Provinsi Babel

https://publuu.com/flip-book/164168/409182

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *