anoqnews kik yanto
  • 14/04/2024
  • Last Update 14/04/2024 11:10
  • Indonesia

Pola Asuh dan Makan Jadi Penyebab Utama Stunting di Kabupaten Beltim

Pola Asuh dan Makan Jadi Penyebab Utama Stunting di Kabupaten Beltim

Belitung Timur, kikyanto.com – Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Belitung Timur, Khairil Anwar, menemukan bahwa pola asuh dan makan menjadi sumber utama kasus stunting. Temuan ini didapat setelah tiga hari mengunjungi lokus stunting di seluruh desa di Kabupaten Beltim.

Pada pembukaan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Beltim di Ruang Rapat Gunung Lumut Badan Perencanaan Pembanguan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) pada Kamis (8/6/23), Khairil mengungkapkan, “Jadi kita sudah turun ke beberapa desa, langsung ke rumah keluarga-keluarga yang punya resiko stunting. Kalau dari rumah mereka layak, yang jadi masalahnya ternyata dari pola makan dan asuh orang tua.”

Khairil menjelaskan bahwa pola asuh dan makan terlihat dari cara memberi makan bayi atau anak. Orang tua terkadang acuh atau menyerah saat anak tidak mau makan.

“Orang tuanya pas bayi dak mau makan langsung pasrah gitu saja. Terus juga dak bervariasi dalam membuat lauk pauk. Misalnya telur atau ikan hanya digoreng saja, dak dibuat menu yang bervariasi,” jelas Khairil.

Kondisi ini mendorong Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk segera mengambil tindakan terhadap bayi-bayi yang terindikasi stunting. Penanganan cepat dilakukan melalui pemeriksaan fisik atau tes pada bayi dan anak tanpa prosedur birokrasi yang panjang.

“Saya telah meminta Puskemas untuk memberikan rekomendasi yang sifatnya cepat, tanpa birokrasi yang berbelit-belit. Rekomendasi tersebut akan langsung diberikan kepada dokter spesialis anak atau kandungan, yang akan menangani kasus tersebut secara langsung,” ujar Khairil.

Selain itu, TPPS Kabupaten Beltim juga telah meminta agar tiga pilar di desa, yaitu Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, ikut aktif memantau kondisi lokus stunting. Hal ini bertujuan agar anak-anak yang masih sekolah dapat melanjutkan pendidikan dan asupan makanan yang diberikan menjadi lebih beragam.

Target Penurunan Stunting Menjadi 14 Persen

Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, optimis bahwa angka stunting di Kabupaten Beltim akan turun sesuai target, yaitu kurang dari 14 persen pada tahun 2024. Langkah-langkah dan intervensi yang dilakukan akan terus dilakukan untuk menekan angka stunting.

“Dulu angka stunting kita mencapai 22 persen, sekarang sudah turun menjadi 16 persen. Insyaallah, pada tahun 2024 kita akan mencapai angka di bawah 14 persen,” ujar Khairil.

Menurut Khairil, tim di tingkat pemerintah desa sudah aktif dalam turut menurunkan angka stunting. Bahkan sektor swasta juga turut sigap dalam membantu pemerintah menangani masalah stunting.

“Kepala Desa sangat berkomitmen. Beberapa perusahaan bahkan menyatakan kesiapan mereka untuk membantu dalam kasus stunting,” tambah Khairil.

Meski begitu, masih terdapat kekurangan dalam penginputan data yang menjadi hambatan. Namun, melalui kerjasama dan kerja keras, masalah tersebut akan segera diselesaikan.

“Kekurangan kita ada pada data, banyak yang belum tercatat. Data bantuan untuk program stunting masih banyak yang tidak terdokumentasi dengan baik. Namun, ke depannya, kami akan memperbaiki hal ini,” tutup Khairil. (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *