anoqnews kik yanto
  • 14/04/2024
  • Last Update 14/04/2024 11:10
  • Indonesia

Tantangan dan Kekecewaan Orang Tua dalam PPDB Online: Permintaan Transparansi untuk Masa Depan

Tantangan dan Kekecewaan Orang Tua dalam PPDB Online: Permintaan Transparansi untuk Masa Depan

Belitung, Anoq News – Tahapan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK secara online telah berakhir dan hasilnya telah diumumkan. Namun, proses ini tidak berjalan mulus bagi banyak orang tua yang merasa kecewa dan mengalami berbagai keluhan sepanjang proses pendaftaran hingga pengumuman hasilnya. Salah satu orang tua yang mengungkapkan keluhannya adalah Fitri Lisiawati RA, yang meluapkan ketidakpuasannya melalui akun Facebook-nya di dalam grup Forum Komunikasi Urang Belitong (FKUB) 2. Dalam postingan yang dibuat pada Rabu (5/7/2023), ia menyampaikan ketidakpuasannya karena anaknya tidak diterima di sekolah yang dituju, meskipun sudah mendaftar melalui jalur afirmasi.

Menurut Fitri Lisiawati RA, proses pendaftaran PPDB secara online sangatlah sulit karena adanya kendala pada link dan server yang kurang bersahabat. Akibatnya, ia terpaksa mencoba mendaftar secara manual melalui jalur zonasi dengan jarak tempuh dari rumah ke sekolah yang tidak sampai 15 menit. Namun, sangat disayangkan, anaknya justru tidak berhasil diterima di sekolah tersebut.

Fitri Lisiawati RA merasa dirugikan karena kurang memahami aturan dan wewenang yang berlaku di provinsi terkait jalur zonasi. Ia pun mempertanyakan mengapa jalur zonasi tetap memperhatikan nilai, padahal jalur afirmasi seharusnya menjadi prioritas bagi anak-anak yang kurang mampu secara finansial. Selain itu, Fitri Lisiawati RA juga mengeluhkan bahwa pengumuman hasil PPDB online tidak mencantumkan nilai yang dihasilkan.

Fitri Lisiawati RA meminta agar pihak sekolah dapat memberikan penjelasan yang jelas dan transparan mengenai jalur zonasi dan jalur afirmasi. Ia berharap agar pihak sekolah tidak lagi menggunakan istilah “membeli bangku” dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak, tanpa membedakan status sosial atau keuangan.

Selain itu, Fitri Lisiawati RA juga mengajukan permohonan kepada dinas dan instansi terkait, agar mereka memberikan penjelasan yang jelas dan transparan mengenai aturan dan kebijakan terkait PPDB online. Fitri Lisiawati RA berharap agar keluhan ini dapat direspons dengan baik oleh pihak terkait, sehingga proses pendaftaran PPDB di masa depan dapat berjalan lebih baik dan transparan. (Trully Wie Wie /Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *